UC Silver: Meningkatkan Keindahan Seni Perak Melalui Pesona Alam Bali

  • Whatsapp

Membicarakan keindahan Pulau Bali memang tidak akan pernah habisnya. Bali terkenal dengan sejuta keindahan alam, kebudayaan dan juga seninya. Salah satu kota di Bali yang terkenal dengan sebutan “Kota Seni” yaitu Kota Gianyar. Mulai dari seni tari, seni tabuh, seni pahat hingga kerajinan tangan seperti perhiasan pun berkembang dengan sangat baik di kota ini. Wisatawan yang berkunjung ke Bali akan dimanjakan oleh indahnya detail dan kemilau kerajinan perhiasan perak hasil karya terbaik masyarakat Gianyar.

 

Berawal dari usaha keluarga sejak tahun 1989, hingga kini UC Silver tetap berkomitmen mengembangkan perhiasan perak yang berkualitas, memiliki nilai seni tinggi dan tetap mempertahankan kebudayaan Bali. Galeri sekaligus workshop pembuatan perhiasan-perhiasan perak UC Silver terletak di kawasan Batubulan, Gianyar ini sangatlah luas, terlebih lagi terdapat patung besar di depannya yang terbuat dari perak disebut “Patung Tiga Dewi” siap menyambut dan memukau para pengunjung. Memasuki area gedung pertama dari pintu masuk area UC Silver, pengunjung akan dibuat takjub dengan patung naga berukuran raksasa yang terbuat dari perak. Kerajinan seni patung ini diberi nama Naga Sanga Amurwhabumi. Patung ini diresmikan tanggal 16 November 2018 oleh Wakil Gubernur Bali, Cokorda Artha Oka Ardana Sukawati (Cok Ace) dan berhasil memecahkan rekor muri sebagai patung perak terberat dan terbesar di Indonesia.


Selama hampir 30 tahun lamanya, UC Silver berkomitmen dalam menghasilkan karya seni perhiasan perak terbaik. Beberapa hasil karyanya yaitu: kalung, anting-anting, gelang, bros, cincin, beberapa perhiasan pria dan anak-anak. Perhiasan-perhiasannya sudah di ekspor ke beberapa Negara, seperti Singapura, Australia, Cina, Amerika Serikat, hingga Eropa. Perhiasan-perhiasan yang diproduksi memiliki keunikan desain masing-masing, sehingga tidak ada desain yang sama antara satu perhiasan dengan perhiasan lainnya. Desain desain ini terinspirasi dari nilai dan kebudayaan Bali, hewan, tumbuhan dan alam sekitar. Selain menerima pemesanan perhiasan sesuai keinginan konsumen, UC Silver juga selalu memperkenalkan karyanya yang diberi nama Sweet Dragonfly Collections. Merek dagang UC Silver ini identik dengan capung yang terbang di hamparan sawah yang menguning. Hal ini melambangkan semangat untuk bertahan hidup dan bermanfaat bagi semua makhluk di dunia dan hidup ramah lingkungan demi indahnya alam semesta. Hal inilah yang selalu memberikan semangat kepada UC Silver untuk berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi konsumen dan ikut dalam menjaga keindahan alam Bali.

Kini UC Silver telah berada di generasi kedua. I Wayan Sutedja sebagai anak tertua yang memegang alih pemasaran, kemudian I Made Dharmawan pada proses produksi, I Ketut Sudiarsana pada keuangan dan I Nyoman Eriawan bertanggung jawab pada desain-desain perhiasan. Ditangan empat putra Bali ini lah kini UC Silver terus dikembangkan dengan berbagai inovasi. Pada generasi pertama, target pasar lebih di dominasi oleh para pecinta perhiasan yang usianya diatas 30 tahun, dengan begitu harga dan desain yang ditawarkan pun lumayan tinggi. Namun kini, seiring dengan perkembangan zaman dan melihat potensi pasar, UC Silver pun mulai melirik konsumen yang usianya mulai dari 20 tahunan. Tidak hanya itu, kini perhiasan perak sudah mulai diminati dan mendapatkan tempat dihati konsumen local. Maka dari itu, kini dikembangkan pula perhiasan yang lebih up to date dan dengan harga yang lebih terjangkau.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts