5 Perbedaan Saham dan Reksadana Saham

  • Whatsapp
perbedaan saham dan reksadana saham

Sons-IT.com – Perbedaan Saham dan Reksadana Saham. Mungkin bagi kamu yang mulai belajar tentang investasi, kamu akan menemukan informasi tentang saham dan reksadana saham. Mungkin beberapa diantara kamu masih kebingungan tentang apa beda reksadana saham dan saham. Sama-sama menginvestasikan dana ke instrumen saham, akan tetapi mengapa ada reksa dana dan kenapa ada yang dinamakan dengan saham.

Jangan khawatir, pada artikel ini redaksi akan mengulas tentang perbedaan saham dan reksadana saham. Semua akan dijelaskan secara jelas satu per satu yah, simak artikel berikut ini:

Read More

Pengertian Saham dan Reksa Dana Saham

Sebelum melangkah lebih lanjut membahas perbedaan saham dan reksadana saham, sesuai dengan peribahasa tak kenal maka tak sayang. Yuk kita mulai terlebih dahulu dari pengertian atau definisinya saja, maka sudah terlihat beda saham dan reksadana itu sudah terlihat cukup jelas.

Apa Itu Saham?

perbedaan saham dan reksadana sahamSecara umum, definisi dari saham adalah surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu badan usaha, bisnis atau badan usaha. Ketika kita membeli saham dari sebuah perusahaan, maka dapat dikatakan bahwa kita membeli hak milik dari perusahaan tersebut. Sebagai imbalannya, kita akan memperoleh bagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan

Nah, saham dari perusahaan ini dapat diperjualbelikan dan tempat untuk jual belinya di pasar modal, atau bursa saham atau stock exchange. Tapi, tidak semua saham perusahaan dapat diperjualbelikan di pasar modal ini yah.  Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi perusahaan yang akan menjual sahamnya dan memperoleh suntikan modal dari hasil jual saham ini.

Jika kamu berinvestasi saham, maka kamu akan membeli saham tersebut secara langsung dan kamu akan bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan kamu sendiri.

Apa itu Reksa Dana Saham?

Berdasarkan definisi dari reksa dana, yang mengacu sebagai bentuk untuk mengumpulkan dana dari beberapa investor (berupa perorangan ataupun institusi/lembaga/badan) yangkemudian dana investasi yang terkumpul tersebut dikelola dan diinvestasikan ke instrumen yang sesuai dengan kesepakatan atau pilihan dari investor.

Jadi, secara mudahnya dapat dibilang jika reksadana adalah investasi “patungan”. Karena patungan inilah, maka nilai pengelolaannya dapat sangat besar sekali.

Reksadana sendiri terdiri dari 4 jenis, salah satunya reksadana saham. Apabila kamu berinvestasi pada reksadana saham, maka berarti kamu patungan membeli saham dengan orang lain. Agar lebih jelasnya, mari kita simak beberapa poin perbedaan saham dan reksadana saham berikut ini:

5 Perbedaan Saham dan Reksadana Saham mendasar

perbedaan saham dan reksadana sahamPerantara

Perbedaan saham dan reksadana saham yang pertama adalah adanya perantara. Seperti telah dijelaskan, jika kamu berinvestasi di saham, maka itu berarti kamu membeli saham sebuah perusahaan secara langsung (melalui perusahaan sekuritas yang memiliki ijin khusus yang akan membantu kamu sebagai perantara atau agen penjual saham atau broker saham)

Semua perantara ini dapat dibilang tidak akan dapat mempengaruhi setiap keputusan investasi saham yang kamu buat. Ketika kamu hendak menjual ataupun membeli saham, maka semuanya itu adalah hasil analisis dari kita sendiri, hasil pertimbangan kita sendiri sedangkan perusahaan sekuritas hanya melayani pembelian dan penjualan saham, seperti layaknya penjual barang-barang kebutuhan di pasar.

Sedangkan, apabila kamu berinvestasi pada reksa dana saham, maka akan ada manajer investasi yang akan mengelolakan dana kamu. Sebagai contoh, jika kamu hendak berinvestasi sebesar Rp. 30 Juta pada reksadana saham. Ketika dana tersebut telah disetorkan, maka manajer investasilah yang akan mengalokasikan saham mana saja yang akan dibeli, dijual ataupun ditahan, berdasarkan analisis mereka terhadap pasar.

Mereka yang akan memutuskan, tentu saja dengan mempertimbangkan agar kita dapat memperoleh imbal yang baik. Jadi kamu sebagai investor cukup memantau saja kinerja dari si manajer investasi.

Imbal hasil

Perbedaan saham dan reksadana saham yang kedua terletak pada imbal hasilnya. Ketika kamu berinvestasi pada saham, ada dua jenis imbalan atau keuntungan yang dapat kamu peroleh. Yang pertama, dari capital gain yang kamu dapatkan ketika kamu menjual saham kamu dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat membelinya.

Sedangkan yang kedua adalah dividen yang dibagikan oleh perusahaan yang sahamnya kamu miliki. Umumnya dividen ini diberikan satu kali dalam satu tahun, hal ini tentunya dengan pertimbangan dari rapat umum pemegang saham.

Baik capital gain ataupun dividen, nantinya akan secara otomatis ditambahkan ke rekening dana nasabah milik kita yang ada pada bank kustodian. Sedangkan pada reksadana saham ini adalah dividen yang diperoleh pada reksadana ataupun hasil keuntungan yang lainnya, biasanya akan langsung direivestasikan secara otomatis oleh manajer investasi, sehingga dapat menambah nilai aktiva bersih per unit penyertaan reksa dana saham tersebut.

Risiko

Nah perbedaan saham dan reksadana saham yang ketiga ini adalah yang paling jelas. Seperti telah disebutkan diatas, ketika kamu membeli saham dari sebuah perusahaan melalui sekuritas, maka tiap resiko dari keputusan kamu akan menjadi tanggung jawab kamu sendiri. Naik atau turunnya pasar akan langsung dapat kamu rasakan termasuk stressnya.

Resiko saham dapat terjadi ketika pasar saham sedang turun (seperti sekarang pada pasa COVID-19 melanda), atau ketika terjadi likuiditas atas perusahaan yang sahamnya kamu miliki. Resiko terbesarnya ya, uang akan hilang.

Nah bedanya, jika kamu mempercayakan dana investasi pada mereka yang sudah jago dalam pengelolaan investasi (manajer investasi) maka kamu akan menjadi lebih santai. Sebab, mereka lebih paham dalam menganalisis pasar. Pergerakan pasar tuh merekap paham banget, jadi mereka tahu kapan baiknya saham dibeli, dijual, atau di hold demi mendapatkan keuntungan yang optimal.

Misalkan seperti kondisi seperti sekarang ini. ekonomi dunia sedang melemah, saham-saham bergerak ke zona merah.  Saya memiliki reksadana, ya meskipun masih tertatih tatih namun kondisinya tetap lebih baik dibandingkan dengan portofolio saham.

Pembukaan Rekening

Perbedaan saham dan reksadana saham juga dapat dilihat dari cara pembukaan rekening awal. Pada rekening saham, tentu saja kamu harus ke perusahaan sekuritas. Setoran awal sebenarnya bebas, mau berapapun dapat disetorkan kerekening dana nasabah kamu pada bank kustodian. Akan tetapi, untuk membeli saham, kamu perlu memiliki dana minimal sebesar satu satuan saham perdagangan (dalam lot = 100 lembar).

Nah, sebagai contoh ketika akan membeli saham perusahan xyz yang harga per lembarnya Rp. 100. Berarti setidaknya kamu harus memiliki dana Rp. 10rb pada rekening. Jika harga saham yang akan di beli sebesar Rp. 30ribu, ya berarti kamu harus memiliki dana Rp. 3 juta pada rekening untuk dapat membelinya. Jika belum memiliki 3 juta, berarti kamu dapat menabung di bank kustodian atau di reksadana pasar uang. Jika kamu telah memenuhi persyaratannya, baru di belikan saham.

Berbeda dengan reksadana saham, kamu dapat memulai investasi dengan bermodalkan uang Rp. 100 ribu. Bahkan ada yang dengan modal Rp. 10 ribu. Namun kembali lagi tergantung pada produk reksa dana nya yah. Ketentuan ini umumnya diberlakukan oleh seluruh manajer investasi di seluruh Indonesia.

Pajak

Perbedaan saham dan reksadana saham yang terakhir terletak pada perpajakan. Apabila kamu berinvestasi saham, maka akan ada pajak final yang akan dibebankan pada investor sebesar 0.1% (umumnya sudah di masukkan dalam biaya penjualan). Selain itu, ketika kamu menerima dividen, maka akan ada pajak 10% yang otomatis akan di potongkan pada saat dividen tersebut telah dibayarkan.

Sedangkan pada reksa dana saham, keuntungan yang kamu peroleh tidak termasuk dalam objek pajak, sehingga imbal hasil tersebut bebas pajak. Nah, hal yang perlu diperhatikan, meskipun telah dipotong ataupun tidak termasuk dalam objek pajak, penghasilan atas investasi ini haruslah tetap dilaporkan pada SPT Tahunan.

Akhir Kata

Nah itu dia 5 perbedaan saham dan reksadana saham yang paling mendasar. Tidak rumit untuk dipahaminya kan?

Jadi, ingin mulai investasi dimana nih? reksadana saham atau saham? Kembali lagi pada tujuan keuangan kamu ya, dan tentunya juga dengan kondisi keuanganmu. Pastikan kamu telah memiliki tujuan yang jelas dengan kondisi keuangan yang sudah sehat, yang artinya jika kamu masih punya hutang, ya bereskanlah terlebih dahulu hutangmu, baru investasi.

Semoga artikel tentang perbedaan saham dan reksadana saham ini dapat membantu kalian untuk memutuskan investasi mana yang akan kamu ambil

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 1631

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts