Toko Online vs Marketplace vs Medsos

  • Whatsapp
toko online

Sons-IT.com – membuat toko online. Apakah kamu sudah punya usaha? mungkin selama pandemi COVID 19 ini telah terjadi pergeseran dari pola belanja masyarakat. Pada awalnya masyarakat cenderung lebih suka belanja ke toko-toko/mall secara langsung. Namun, selama pandemi ini beralih menjadi belanja online.

Terjadi kenaikan sekitar 26% saat terjadi pandemi ini, marketplace seperti tokopedia. Tokopedia menyebutkan selama pandemi ini ada pertumbuhan penjual online baru hampir sebesar 2.5x dibandingkah tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5 juta penjual.

Keuntungan dan kerugian

Mungkin banyak yang sudah mulai mencoba berjualan lewat instagram ataupun facebook dan mungkin sudah merasa nyaman. Namun ada beberapa hal yang membedakan antara berjualan melalui website toko online, marketplace dan sosial media (instagram dan facebook).

toko online

Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan website toko online, marketplace dan sosial media:

Keuntungan Sosial Media
  1. Mudah untuk memulai
  2. Display produk simple
  3. Ada fitur efek foto
  4. Dapat menggunakan hashtag
  5. Target market inner circle (sudah pasti – orang yang menjadi kawan atau yang like fanpages)
Kerugian Sosial Media
  1. Tidak ada manajemen stok
  2. Tidak terintegrasi pengiriman
  3. Tergantung pada eksistensi sosial media (bisa terjadi pergeseran pengguna)
  4. Rawan terkena suspend (jikalau bukan dikhususkan untuk bisnis – Fanpage Facebook/Instagram Business)
Keuntungan Menggunakan Marketplace
  1. Mudah untuk memulai
  2. Ada manajemen stok
  3. Sudah terintegrasi dengan shipping
  4. Menerima multi payment
  5. Pasar sudah terbentuk
Kerugian Menggunakan Marketplace
  1. Kompetitor banyak
  2. Margin keuntungan terbatas
  3. Tidak bisa melakukan retargeting
  4. Kurang mendukung branding
  5. Pasar terbatas

toko online

Keuntungan Menggunakan Toko Online
  1. Kamu memegang kendali penuh
  2. Margin keuntungan bisa maksimal
  3. Mudah dalam melakukan retargeting
  4. Lebih leluasa dalam branding
  5. Tidak tergantung pihak ketiga
  6. Jangkauan pasar lebih luas
Kerugian Menggunakan Toko Online
  1. Investasi untuk membuat website
  2. Dibutuhkan kemampuan dalam mengelolanya

Marketplace vs Toko Online vs Media Sosial

Jika berjualan di marketplace seperti layaknya menggantungkan bisnis kamu pada pihak ketiga. Kamu tidak dapat memegang kendali penuh, baik dari sisi margin laba ataupun pasar sudah terbentuk, selain itu persaingan cukup ketat. Ketika ada transaksi terjadi, dana akan ditahan terlebih dahulu di pihak marketplace, jika bermain dropship ada sedikit modal tambahan lagi yang harus dikeluarkan.

Marketplace sudah menyiapkan semua sistem bagi kamu, bahkan untuk menjadi penjual umum tidak dipungut biaya pendaftaran dan layanan yang akan dibebankan. Namun, marketplace bukanlah tempat yang cocok untuk membangun brand bisnis kamu sendiri.

Sedangkan jika kamu menggunakan media sosial untuk berjualan, kamu juga bergantung sangat bergantung dengan tren media sosial yang digunakan. Sebagai contohnya pada tahun 2015 an, anak muda cenderung bermain path, akan tetapi akhirnya path pun di tutup. Dulu facebook merajai, namun sekarang anak muda cenderung bermain dengan instagram dan tiktok.

Jadi melakukan penjualan dengan menggunakan media sosial bukanlah tempat yang cocok, karena sangat bergantung dengan minat penggunanya. Target market dari berjualan di sosial media cenderung untuk inner circle (follower / teman).

Sebaliknya, jika kamu menggunakan sebuah toko online, maka kamu akan mempunyai kendali penuh dan hal yang tidak dapat dimiliki oleh para pebisnis yang menggunakan pihak ketiga seperti marketplace. Tidak hanya itu, kamu dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan pasar yang lebih luas. Namun ketika membangun toko online, kamu memerlukan sedikit investasi dan keahlian dalam mengelola toko kamu secara mandiri.

Faktor Pertimbangan Marketplace, toko online dan media sosial

Beberapa faktor yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan tempat untuk berjualan online kamu. Berikut ini beberapa faktor yang dapat kamu jadikan pertimbangan

Faktor Teknis dan Biaya

Hal pertama yang perlu kamu jadikan bahan pertimbangan adalah faktor teknis dan biaya. Platform toko online membutuhkan lebih banyak kerja extra, biaya dan pengetahuan teknis dibandingkan dengan marketplace dan sosial media.

Jika kamu membuat website toko online sendiri, maka kamu perlu membayar seseorang untuk membuat website nya serta mengelolanya. Jika kamu memiliki pengetahuan teknis bagaimana cara membuat website toko online sendiri, tentunya akan dapat membantu mengurangi biaya yang perlu kamu keluarkan.

Apabila kamu memilih marketplace dan sosial media, maka kamu cukup dengan mengupload produk kamu ke platform yang telah ada. Tanpa perlu susah memikirkan desain, biaya dan cara membuat website. Kebanyakan marketplace juga bersifat gratis, sehingga kamu cukup melakukan pendaftaran dan mengupload gambar produk kamu yang akan dijual.

Efektifitas Biaya

Faktor berikutnya yang membuat website sendiri akan memakan biaya lebih dibandingkan dengan memanfaatkan sosial media dan marketplace. Tapi faktor lain yang harus kamu pertimbangkan adalah persaingan.

Jika kamu menggunakan marketplace dan sosial media, maka kamu harus berjuang lebih keras. Karena ada toko lain yang akan menawarkan barang yang sama dengan kamu, dan memasang harga yang bersaing. Selain itu, akan menjadikan lebih susah bagi kamu mendapatkan customer karena customer memiliki banyak pilihan

Penggunaan toko online sendiri, kamu akan dapat memperoleh margin lebih besar, dan kemungkinan besar pengunjug website kamu akan langsung melakukan transaksi pada web kamu. Jadi kamu tidak perlu bersaing dengan penjual lain.

Branding dan Reputasi

Sebenarnya tergantung pada apa yang kamu jual, terkadang menjual di marketplace dan sosial media dapat mejadi lebih bermanfaat. Misalnya, kamu menjual baterai, maka kamu tidak ada salahnya menjual baterai kamu di marketplace. Agar ketika ada yang sedang berbelanja elektronik dan membutuhkan baterai, maka mereka dapat menemukan produk kamu.

Namun, jika kamu merasa produk kamu unik dan jika menjual barang di marketplace atau sosial media dapat memberikan dampak kurang baik pada penjualan dan reputasi, maka kamu disarankan untuk membuat website toko online. Jadi barang yang kamu jual akan menjadi ekslusif. Dengan menggunakan toko online, maka kamu dapat meningkatkan brand identity kamu.

Kamu dapat mengurus langsung pesanan kamu ke pelanggan dan kamu dapat bertanggung jawab atas kepuasan mereka.

Marketing dan Traffic

Apabila kamu menggunakan marketplace untuk berdagang, maka kamu tidak memiliki kontrol atas promosi yang mereka lakukan. Sebagai penyedia tempat, tentu saja mereka ingin menjual sebanyak-banyaknya produk yang mereka bisa, dan produk kamu adalah salah satu dari ratusan barang yang dijual pada website mereka.

Mereka akan melakukan berbagai macam strategi marketing dan promosi agar orang-orang menggunakan marketplace mereka. Dari segi traffic, tentu saja barang kamu akan banyak dilihat orang. Akan tetapi belum tentu mereka menjadi pelanggan kamu. Kalaupun mereka membeli barang dari toko kamu di marketplace, belum tentu kamu dapat menjangkau mereka kembali. Disinilah kamu akan kehilangan leads.

Kalau menggunakan website kamu sendiri, maka kamu memiliki kesempatan untuk mengumpulkan leads. Data-data yang kamu peroleh dapat membantu kamu untuk mengoptimalkan campaign marketing kamu pada waktu yang akan datang, salah satu contohnya email. Selain itu, kamu dapat juga melakukan campaign marketing dengan bebas.

Perlukah Memanfaatkan Ketiganya?

Ketiga platform tersebut memilki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagaimana jika digabungkan smuanya? Selama dapat saling mendukung, kamu bisa membangun toko online sambil terus menjual produk kamu melalui marketplace. Pihak marketplace pun tidak melarang, jika seseorang yang telah memiliki toko online untuk bergabung.

Salah satu strategi yang dapat kamu gunakan adalah menggunakan marketplace untuk menjangkau masyarakat luas (jika menggunakan toko online kamu harus menambahkan investasi promosi) dengan memanfaatkan promosi yang telah dilakukan oleh marketplace kemudian menggiring mereka untuk langsung bertransaksi ke toko online kamu.

Saat pengunjung datang ke toko kamu, pastikan kamu memberikan nilai lebih kepada mereka seperti informasi bermanfaat melalui konten blog toko online kamu atau promosi-promosi spesial bagi pengunjung toko kamu.

Sedangkan kamu dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi atau membagi-bagikan informasi terbaru misalkan event-event khusus atau spesial, atau bisa juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan toko online kamu

Mungkin kamu bingung apakah ada yang dapat menjalankan smua platform ini secara bersamaan?

Mungkin kamu pernah mendengar nama Dwi Isti Winarni seorang ibu rumah tangga asal Yogyakarta ini berhasil berjualan di tokopedia sambil membangun toko online nya sendiri jogja-batik.com dan mengikuti tren memanfaatkan media sosial. Meski jatuh bangun, bisnis online yang ia jalankan telah menjangkau pasar Eropa dengan omzet mencapai hingga Rp. 200 juta per bulan! Sangat menggiurkan!

Contoh lain adalah pengusaha panci asal Bantul, Yogyakarta bernama Yoyok Rubianton. Seperti dalam wawancara ketika dia dipanggil oleh deddy corbuzier, penghasilan yang dia dapatkan mencapai 2.5M/hari nya dan menggunakan media sosial untuk target iklan dan menggiring mereka ke toko onlinenya.

Ini merupakan contoh-contoh berjualan di marketplace tidaklah cukup, kamu harus mampu membangun brand dengan toko online kamu sendiri demi mencapai kesuksesan bisnis yang kamu geluti.

Membangun Toko Online Sendiri

Untuk membangun toko online sendiri, ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan, seperti nama website dan hosting. Kemudian mempersiapkan install CMS khusus seperti wordpress, opencart, magento, dll yang telah di desain sedemikan rupa seperti pada marketplace.

Sons-IT juga memiliki produk toko online yang dapat kamu gunakan. Jika menggunakan produk dari Sons-IT ini kamu akan dibantu dengan berbagai macam kemudahan. Kamu tidak perlu takut lagi bagaimana cara membuat toko online, bagaimana dengan biaya pengiriman, bagaimana cara pembayarannya, semua sudah tersedia dengan lengkap.

toko online

 

Kamu hanya cukup mengirimkan produk, harga dan deskripsi barang yang akan kamu jual, kami akan mengaturkan nya untuk kamu. Kamu dapat melihat paket-paket yang ditawarkan berikut ini:

Paket Website UKM

Jadi bye-bye toko online yang ribet! Kamu hanya cukup fokus dalam pemasarannya, kami akan membantu untuk mengelolakan toko kamu.

Pilihlah Yang Terbaik Untuk Bisnis Anda

Kita berusaja mempelajari perbedaan dari toko online vs marketplace vs media sosial, serta telah memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan kan? Tentu kamulah yang memiliki bisnis yang paling mengetahui apa saja yang diperlukan dalam membangun bisnis kamu. Namun dari semua perbandingan yang telah disebutkan, untuk membangun toko online kamu sendiri tetap merupakan rekomendasi paling baik.

Alasannya adalah  kelulasaan kamu dalam membangun pasar, membangun brand, menentukan laba, dan mengelolanya untuk jangka panjang. Selain itu, kamu dapat menggunakan produk Sons-IT untuk meringankan manajemen pengelolaan barang, sehingga kamu dapat berfokus dalam pemasaran.


Artikel terakhir di update tanggal 28 Agustus 2020

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 1827

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts