Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula Terbaru 2020

  • Whatsapp
reksadana

Sons-IT – Reksadana. Ada peribahasa mengatakan bahwa ‘Tak kenal maka tak sayang', hal ini sangat mempengarhui minat seseorang terhadap sesuatu. Jika tidak mengenal dekat, maka sebuah keputusan akan sulit diambil. Sama seperti ketika memutuskan untuk membeli produk A, misalnya, kamu dapat saja ragu untuk memutuskan membeli atau tidak sebelum benar-benar paham tentang produk tersebut.

Sebagai contoh konkret nya adalah ketika kamu akan membeli sebuah mesin cuci. Maka pastinya kamu sudah tahu apa itu mesin cuci, fungsinya, kisaran harganya, cara penggunaannya sampai dimana kamu dapat membelinya.

Read More

Begitu juga dengan investasi, tanpa mengenal dekat apa itu investasi dan serba serbinya, maka orang akan cenderung enggan untuk mencobanya. Pada umumnya, menabung dengan cara konvensional merupakan satu-satunya cara bagaimana menempatkan dan menyimpan uang yang diperoleh.

Ada dua jenis investasi, yaitu riil dan non riil (investasi keuangan). Sedangkan untuk investasi keuangan sendiri memiliki banyak macam, mulai dari deposito, obligasi, saham dan reksadana. Jika kamu sudah mulai tertarik dengan yang namanya investasi pada sektor keuangan, maka dapat memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan, yang artinya kenali dulu segala keuntungan dan resikonya.

Bagi kamu yang belum sama sekali mengerti tentang instrumen investasi, jangan khawatir dan mengurungkan niat hanya tidak mengerti caranya. Salah satu investasi yang dapat dilakukan oleh pemula adalah reksa dana, sebab dianggap sebagai investasi yang paling mudah untuk dijangkau dan dilakukan oleh para investor pemula.

Lantas bagaimana cara berinvestasi pada reksadana bagi kamu yang masih pemula tanpa harus takut dengan modal sedikit? simak artikel tentang berinvestasi di reksadana berikut ini:

Apa itu Reksadana?

reksadana Sebagian orang tidak mengetahui tentang reksadana sebagai cara untuk berinvestasi dengan mudah yang dapat dijalankan oleh pemula. Bagi yang ingin memulai investasi pada instrumen keuangan dan menggunakan reksadana, maka tentunya kamu harus mengetahui apa itu.

Reksadana adalah sebuah wadah yang digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi di instrumen-instrumen pasar keuangan. Bersifat legal dan sudah tertera Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Kamu tidak perlu khawatir untuk berinvestasi sebab sudah terdata di pemerintah dan bersifat resmi dan dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Ada beberapa kelebihan dari reksadana yaitu adanya verifikasi investasi, dimana investasi akan dipecah ke beberapa instrumen, sehingga investasi ini tidak hanya ditanamkan pada satu perusahaan saja, namun akan dipecah ke beberapa perusahaan.

Dengan cara kerja tersebut, maka ketika nilai suatu saham di perusahaan A turun, maka tidak serta merta dana yang telah di investasikan pada instrumen ini juga turun. Melainkan investasi kamu akan tetap aman sebab masih ada investasi lain yang ditempatkan pada instrumen atau perusahaan lainnya oleh manajer investasi.

Selain dapat memberikan imbal hasil yang cukup besar, reksadana juga merupakan instrumen investasi yang mudah untuk diakses. Sebab investasi ini memiliki jangkauan yang sangat luas, maka kamu juga harus dapat mencari/menggali informasi dengan baik. Mulai dari apa saja yang dibutuhkan, bagaimana alur atau perjalanannya sehingga dapat bagus dan berkembang dan bagaimana kemungkinan atau apa kelebihan dan keuntungannya serta berbagai resiko yang dapat terjadi.

Jenis-Jenis Reksa Dana

reksadanaReksadana sendiri terdiri dari empat jenis yang dapat dijadikan pilihan bagi kamu untuk menginvestasikan uang di instrumen yang relatif aman ini.

  1. Reksadana Saham
    Merupakan instrumen yang memiliki keuntungan paling tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Namun, jika kamu seorang pemula dalam investasi, kamu juga harus tahu jika resikonya jenis ini paling besar. Dalam investasi ini, manajer investasi akan mengalokasikan uang kamu ke pasar saham. Jenis investasi, cocok bagi kamu investor agresif yang tidak masalah akan adanya resiko tinggi dengan imbal hasil yang besar.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap
    Instrumen ini disebut dengan pendapatan tetap, dimana mayoritas dana dari instrumen ini akan dialokasikan ke obligasi milik pemerintah ataupun swasta. Sedangkan sisanya akan dialihkan pada instrumen pasar uang, sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil.Tidak hanya itu, pendapatan tetap saat ini juga dapat dijadikan investasi yang paling menjanjikan, apalagi ketika suku bunga deposito sedang menurun. Mengapa bisa demikian? sebab dalam waktu satu tahun, kamu dapat memperoleh bunga mencapai diatas 10% dengan resiko yang kecil. Hal ini yang menjadikan banyak orang beralih dari deposito ke pendapatan tetap.
  3. Reksadana pasar uang
    Jenis ini merupakan salah satu instrumen yang paling aman dengan resiko paling kecil. Reksadana pasar uang ini mayoritas dananya akan dialokasikan ke deposito atau SBN (Surat Berharga Negara) yang jatuh tempo nya di bawah satu tahun.Namun tenang saja, meskipun keuntungannya tidak sebesar pendapatan tetap maupun saham, namun hasilnya masih lebih besar daripada bunga deposito. Tidak hanya itu saja, jika kamu membuka deposito maka kamu minimal investasinya Rp. 5 juta dan tidak dapat dicairkan sesuka hati berbeda dengan pasar uang.
  4. Reksadana campuran
    Cara kerjanya akan membagi investasi ke beberapa sektor saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana campuran ini termasuk instrumen investasi yang dapat memberikan high return, sama seperti pada reksadana saham, dengan resiko menengah. Artinya lebih rendah dibandingkan dengan saham, namun lebih tinggi dibandingkan pendapatan tetap. Sehingga reksadana campuran ini cocok bagi investor yang ingin memperoleh untung tinggi dari pasar saham, namun tetap menyukai kestabilan dari pasar obligasi. Kamu juga dapat mengalihkan resiko kerugian pada saat pasar saham sedang turun ataupun melemah. Jenis ini direkomendasikan bagi kamu yang menginginkan investasi jangka menengah sekitar 3 – 5 tahun

Menentukan Tujuan

Setelah mengetahui jenis-jenis reksadana yang ada, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan kamu untuk berinvestasi dan mengapa memilih reksadana. Lalu seberapa besar investasi yang ingin kamu tanamkan di reksadana? Apakah investasi yang akan kamu lakukan untuk jangka panjang atau jangka pendek?

Setelah berhasil menjawab semua pertanyaan tersebut diatas, maka kamu akan lebih terarah dalam menentukan instrumen yang akan diambil sesuai kebutuhan dan sesuai dengan tujuan.

Langkah-Langkah Berinvestasi

Setelah kamu mantab untuk berinvestasi pada reksadana, langkah berikutnya adalah menentukan mana yang sesuai dan tentunya melihat kondisi keuangan juga. Jika menginginkan keuntungan yang lebih tinggi, maka kemungkinan buruk atau resiko pun akan semakin tinggi (High risk High return). Keberanian dan kejelian dalam mengambil keputusan mu akan membawa investasi kamu pada kesuksesan atau kehancuran.

Langkah berikutnya adalah memilih produk dengan memperhatikan rekam jejak dari keuntungan selama 3 tahun terakhir. Selain itu cari juga tentang review nasabahnya, apakah mereka puas? Hal inilah yang dapat menjadi dasar acuan dan juga pembelajaran untuk kamu yang memang bingung atau belum tahu mengerti memilih reksadana apa dan dimana. Kamu dapat mulai berinvestasi reksadana dari produk bank dan non bank, dan secara online.

Pahami Istilah dalam Investasi Reksa Dana

Setelah mengetahui segala hal tentang reksadana, mungkin kamu harus memahami juga terlebih dahulu istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, salah satunya adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan UP (Unit Penyertaan)

Berikut ini istilah-istilah dalam laporan reksadana yang sebaiknya kamu ketahui:

  • NAB adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksadana, dan umumnya disebut sebagai asset under management. Biasanya hal ini mencakup kas, deposito, obligasi dan saham.
  • UP adalah satuan ukuran yang menunjukan jumlah penyertaan yang dimiliki oleh investor. atau NAB yang dipecah-pecah dalam instrumen investasi reksadana.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per unit penyertaan. Pengertiannya adalah harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksadana.
  • Subscription adalah biaya yang dikenakan ketika membeli reksadana, biasanya antara 0% sampai 5%
  • Redemption merupakan biaya untuk menjual reksadana, biasanya antara 0% sampai 5% dari nilai investasi
  • Prospektus merupakan profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan sebagai gambaran nilai saham dari perusahaan tersebut. Prospektus ini umumnya digunakan sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksadana yang akan dipilih
  • Manajer Investasi merupakan manajemen profesional yang akan mengelola dana investasi yang ditempatkan
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • Portofolio Efek adalah kumpulan surat berharga termasuk saham, obligasi, dan unit penyertaan reksa dana yang telah dijual.
  • Transaksi Disbursement adalah transaksi pembayaran atau pencarian dari sebagian unit yang dimiliki oleh investor. Yang akan membayar pencairan ini adalah Manajer Investasi yang diinstruksikan kepada Bank Kustodian untuk diberikan ke investor.
  • Transaksi Switching merupakan pengalihan dari reksadana tertentu ke jenis lainnya yang dilakukan oleh investor
  • KIK atau kontrak investasi kolektif ini adalah bentuk dari reksadana berupa kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian.

Simulasi Investasi

Gambaran ketika melakukan investasinya dapat kamu simak melalui simulasi berikut ini:

Misalkan Danu memiliki uang Rp. 500 ribu dan ingin membeli reksadana “Bunga” senilai dengan modalnya itu. Pada saat Danu membeli reksadana “Bunga” tersebut, nilai NAB per UP adalah Rp. 1.000,-, maka dia akan mendapatkan Rp. 500rb/1000 = 500 UP.

Setelah 6 bulan, ternyata NAB per UP dari “Bunga” ini naik menjadi 1500, nah Danu akhirnya memutuskan untuk menjual seluru UP yang dimiliki, maka dia dipastikan akan untung sebab ada kenaikan NAB per UP nya.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

1.500 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp750.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp750.000 (hasil dari perubahan UP) x Rp500.000 (modal) = Plus (+) Rp250.000

Nah, ketika NAB per UP tersebut turun ke Rp, 700, maka jika Danu tetap memutuskan untuk menjual seluruh UP nya, meka Danu akan mengalami kerugian.

Perhitungannya adalah:

700 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp350.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp350.000 (hasil dari perubahan UP) – Rp500.000 (modal) = Minus (-) Rp150.000

Jadi dalam 6 bulan Danu melakukan investasi tersebut dapat meraup keuntungan maupun kerugian tergantung pada saat penjualan instrumen tersebut.

Sudahkah kamu Siap Berinvestasi?

Setelah memahami instrumen investasi, maka berinvestasi akan menjadi sangat menyenangkan, sebab secara sadar kita paham betul apa yang harus kita lakukan ketika sudah menentukan pilihan.

Biarpun masih termasuk kategori investor pemula, kamu tetap dapat menjadi percaya diri untuk memulai berinvestasi. Jadi tidak ada alasan lagi untuk takut dan ragu berinvestasi dana kita pada instrumen keuangan. Jangan biarkan uang kamu menjadi idle padahal dapat dikembangkan dengan baik dan memperoleh keuntungan lebih. Pahamilah dengan baik, dan jadilah investor yang cerdas!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 1537

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts