6 Manfaat Blog Untuk Bisnis Kamu

  • Whatsapp
blog untuk bisnis

Sons-IT.com – Blog untuk bisnis. Penggunaan blog untuk bisnis di Indonesia belum umum digunakan, apalagi jika dibandingkan dengan praktik bisnis online di luar negeri. Bahkan dapat dibilang, hanya perusahaan-perusahaan yang besar di Indonesia saja yang menerapkan blog website.

Masalah ini sebenarnya sangat dapat dipahami, bahwa bagi sebagian pemilik bisnis, membuat blog dan mengurusnya adalah suatu pekerjaan yang rumit. Ada banyak hal teknis yang harus dipelajari dan diterapkan. Selain itu, mereka juga perlu memperkerjakan penulis – sesuatu yang akan menambah biaya “produksi”.

Padahal sejatinya, blog adalah salah satu elemen penting dalam strategi Internet Marketing. Blog akan membantu calon konsumen untuk memahami fitur dan kelebihan sebuah bisnis. Di samping itu, blog dapat membantu kamu untuk lebih mudah ditemukan pelanggan dan sekaligus juga membangun reputasi bisnis

Jika dibandingan segala kesulitan (pain poin) yang telah disebutkan sebelumnya, membuat blog adalah sebuah investasi bisnis yang sangat berguna dalam jangka panjang. Jika kamu membayangkan bisnis yang dijalani masih terus berjalan tiga, empat, lima tahun hingga beberapa tahun ke depan, pastinya kamu akan diuntungkan dengan keberadaan blog.

Jika kamu adalah pemilik bisnis yang masih ragu untuk membuat blog bisnis, coba simak artikel berikut ini. Redaksi akan menjelaskan berbagai alasan pentingnya blog untuk bisnis. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu dapat lebih mantap untuk mengeksekusi ide menulis blog untuk bisnis kamu.

Ketika berbicara tentang manfaat blog untuk bisnis, kita tidak dapat terlepas dari konsep Customer Journey yang diperkenalkan oleh OxfordSM (dulu: Oxford Corporate Consultants) pada 1998.

Pada konsep customer journey akan memetakan bagaimana interaksi antara konsumen dengan sebuah brand berjalan. Interaksi tersebut dipetakan dengan ikut memperhatikan perasaan, pengalaman dan motivasi konsumen.

Dengan menggunakan konsep ini, sebuah brand dapat lebih memahami bagaimana konsumen memandang brand tersebut itu sendiri. Konsep customer journey ini akan membantu brand untuk menyesuaikan strategi marketing agar tepat dengan ekspektasi calon pembeli.

Di lain sisi, sebuah brand juga dapat mengetahui channel apa saja yang digunakan oleh calon pembeli. Kemudian, brand dapat mendesain cara yang tepat sekaligus memilih channel yang tepat untuk menjangkau mereka.

Customer journey diawali dengan fase awarness (perkenalan), consideration (pertimbangan), purchase (pembelian), dan kemudian retention (pembelian ulang), sampai akhirnya advocacy (promosi). Jika kamu melihat ilustrasi tersebut, kamu dapat mengamati bahwa blog muncul di beberapa fase customer journey. Ini berartti, kamu dapat menggunakan blog agar dapat menjangkau pelanggan di fase yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, kamu dapat menyimak penjelasan lebih lanjut tentang mengapa blog penting untuk bisnis dibawah ini.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lebih lanjut soal mengapa blog penting untuk bisnis di bawah ini.

Menyasar Pelanggan Potensial

Pada dasarnya, tak ada satu orang konsumen pun yang mau “disuruh” untuk membeli suatu produk. Mengapa? Jika kamu perhatikan, banyak pengunjung mall yang berusaha keras untuk menghindari salesman di toko. Seramah apapun si sales tak akan menjadi menarik karena jelas tujuan akhirnya akan menyuruh pengunjung untuk membeli (hard sell)

Sebaliknya, orang-orang akan lebih menyukai promosi dengan cara yang halus atau soft selling. Dalam beberapa kasus, calon konsumen bahkan tidak menyadari bahwa konten yang dinikmati adalah sebuah iklan. Baru pada akhirnya, mereka baru paham bahwa tujuan konten tersebut dibuat, yaitu mempengaruhi secara halus untuk membeli sebuah produk ataupun jasa.

Saat berbicara tentang soft-selling, Internet adalah surganya. Mengapa demikian? Karena banyak orang tergantung dengan Internet untuk mencari informasi. Berdasarkan informasi yang dicari, pengguna Internet dapat menjadi calon pelanggan potensial untuk sebuah bisnis.

Dari sanalah, kamu dapat membuat konten ataupun blog yang akan memberikan informasi bermanfaat bagi calon pelanggan. Ketika brand kamu telah berhasil memberi informasi atau solusi yang dibutuhkan, maka calon pelanggan akan memiliki asosiasi positif terhadap brand kamu.

Setelah itu, kamu juga membuat konten yang sifatnya lebih ke hard sell. Misalnya, konten yang menjelaskan fitur dan kelebihan dari produk atau layanan yang kamu tawarkan. Maka dengan begitu, asosiasi positif yang telah dibagun di awal juga akan berhubungan langsung dengan penjualan

Intinya, Internet akan memfasilitasi kamu membuat kombinasi soft sell dan hard sell dengan cantik. Cara ini dapat sangat efektif, sebab calon konsumen yang mencari informasi umumnya telah memiliki niatan untuk membeli sesuatu. Blog kamu kemudian akan meyakinkan calon konsumen potensial untuk menggunakan produk atau jasa yang kamu tawarkan

Meningkatkan Trafik Website

Sebuah bisnis yang memiliki blog maka rata-rata pengunjungnya akan meningkat hingga 55 persen. Blog bisnis juga rata-rata memiliki empat kali halaman terindeks di Google atau tepatnya 434 persen. Hal ini berarti ada 434 persen kemungkinan lebih besarcalon konsumen menemukan bisnis kamu. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis yang tidak memiliki blog.

Selain trafik dari mesin pencari atau search engine, blog untuk bisnis terbukti membantu strategi email marketing. Menurut studi, blog membantu traffik dari email hingga 28 persen. Bandingkan apabila bisnis tidak memiliki blog, dimana trafik dari email hanya mencapai 53 persen.

Jika dilihat dari statistik diatas, maka jelas terlihat jika konten blog merupakan semacam “bahan bakar” untuk email marketing kamu. Hal ini masih masuk akal, karena isi yang berkualitas tentunya akan menarik orang untuk mengkliknya.

Namun, semua angka tersebut juga akan erat hubungannya dengan intensitas blogging itu sendiri. Bisnis yang mampu mempublikasikan konten secara berkala pasti akan memiliki peluang untuk mendapatkan lebih banyak traffik. Sebuah bisnis yang dapat mempublikasikan lebih dari 16 post dalam 1 bulan, bisa mendapatkan 3.5 kali traffik daripada bisnis yang hanya mampu mempublikasikan nol sampai empat post per bulannya.

Perusahaan berbasis business to business (B2B) juga memiliki kecenderungan serupa. Bisnis B2B yang mampu memposting 11 konten per bulan dapat memperoleh 3 kali traffik lebih banyak daripada bisnis yang memposting konten lebih sedikit dari itu.

Meningkatkan Jumlah Lead

Blog untuk bisnis tak hanya dapat meningkatkan trafik, melainkan juga dapat meningkatkan lead atau prospek. Lead merupakan sikap tertarik calon konsumen terhadap suatu brand. Sikap ini dapat diwujudkan dalam berbagai macam aksi seperti berlangganan newsletter, mendownload booklet, mengisi contact form, membaca konten yang diarahkan dan lain sebagainya.

blog untuk bisnis

Berdasarkan gambar di atas, bisnis B2B yang memiliki blog dapat memperoleh 67 persen tambahan lead dibandingkan dengan bisnis yang tidak memiliki blog. Angka yang cukup menakjubkan muncul ketika kita mengesampingkan model bisnis yang dipakai. Hubspot mendapati 23.000 bisnis mengalami kenaikan lead hingga 126 persen dibandingkan bisnis yang tidak memiliki blog.

Meningkatnya lead berarti semakin banyak pula calon pelanggan yang potensial. Melalui lead, kamu dapat mendapatkan identitas diri calon konsumen (tentunya dengan persetujuan mereka). Data tersebut dapat dikumpulkan dan dikelompokkan.

Berdasar data tersebut, kamu dapat membuat  customer persona dan melihat siapa saja yang sebetulnya berminat pada bisnis kamu. Kau juga dapat menggunakan data ini untuk mengembangkan produk dan layanan. Di sisi lain, kamu dapat juga memakainya untuk mendesain iklan dan promosi yang cocok untuk calon pelanggan

Ketika kamu sudah memiliki lead tinggi, kamu tinggal memberikan dorongan agar calon konsumen menuju fase purchase (pembelian) dalam customer journey. Dengan kata lain, kamu perlu membuat promo agar dapat mengubah mereka menjadi pelanggan kamu.

Meningkatkan Reputasi Bisnis

Untuk mengukur reputasi bisnis secara tepat dapat dibilang bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti meningkatkan reputasi melalui blog tidak patu dicoba. Ada beberapa alasan masuk akal yang dapat membuat blog untuk bisnis dapat meningkatkan reputasi brand.

Dengan menggunakan blog, kamu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen seputar dengan bidang bisnis yang kamu geluti. Dan jawaban ini dapat diartikan sebagai solusi masalah calon konsumen. Bayangkan, apa yang kamu rasakan ketika seseorang membantu menjawab permasalahan kamu? pasti kamu akan merasa senang dan lega bukan? hal itu pula yang dirasakan oleh calon konsumen dan konsumen kamu. Inilah bagian dari hal yang dapat meningkatkan reputasi bisnis kamu.

Dengan menggunakan konten berkualitas di blog, kamu dapat meningatkan konsumen mengapa brand kamu lebih unggul. Melalui blog untuk bisnis, kamu dapat menunjukkan bahwa kamu tahu betul dengan apa yang kamu kerjakan. Tentunya tak akan ada yang lebih meyakinkan dari pebisnis yang tahu betul apa yang sedang dikerjakannya kan?

Jika alasan ini kurang meyakinkan, coba kamu simak statistik yang satu ini. Lebih dari 55 persen klien B2B mengandalkan konten blog untuk dapat melihat reputasi sebuah bisnis. Mereka berharap untuk dapat memperoleh konten yang edukatif, alih-alih konten yang sifatnya hard selling. Dari konten yang dibuat inilah, klien akan menentukan membeli produk atau layanan dari bisnis B2B atau tidak

Membangun Komunitas

Manfaat lain yang dapat diperoleh dari blog untuk bisnis adalah menciptakan sebuah komunitas. Ini bisa diperoleh ketika kamu mengaktifkan fitur komentar dibagian bawah konten blog. Fitur tersebut memungkinkan para konsumen agar dapat merespon atau menanyakan pertanyaan terkait dengan bisnis kamu. Bisa juga konsumen satu dan yang lainnya saling berkomunikasi di dalamnya.

Di satu sisi, fitur ini akan sangat membantu kamu dalam memahami karakter dan kelakuan pelanggan. Dengan pemahaman inilah yang akan menjadi tambahan data berharga untuk melengkapi customer persona yang sebelumnya telah dibuat.

Di sisi lain, komentar juga dapat membantu kamu dari sisi customer service. Dari komentar, kamu dapat tahu konten apa yang disukai dan konten mana yang perlu dibuat. Berdasarkan hal inilah, kamu dapat menciptakan konten sesuai kebutuhan. Dalam jangka panjang, hal ini akan sangat membantu meringankan pekerjaan customer service. Sebab, kamu sudah menyodorkan jawaban pertanyaan sebelum pelanggan perlu mengirimkan pesan atau menghubungi bisnis kamu.

Namun, kamu perlu ingat, bahwa manfaat ini dapat diwujudkan jika kamu ikut terlibat aktif dalam kolom komentar tersebut. Pastikan kamu mendelegasikan pekerjaan ini ke tim digital marketing. Pastikan juga tim kamu membalas komentar dengan seramah dan setulus mungkin. Ketika hal tersebut dilakukan, perlahan-lahan komunitas konsumen kamu akan terbentuk

Membangun Hubungan Dekat

Blog untuk bisnis bukan hanya membahas soal fitur dan kelebihan dari sebuah bisnis. Bukan juga soal problem-solving atau tips seputar bisnis kamu. Terkadang, blog untuk bisnis kamu juga dapat menjadi sarana untuk menunjukkan sisi lain sebuah brand. Sisi lain tersebut bisa berarti sisi personal, ramah, menghibur, lucu dan sisi-sisi lainnya.

Dengan menggunakan blog, kamu dapat memasang persona sebagai teman. Persona seperti ini tentunya lebih dapat diterima dibandingkan mengukuhkan persona sebagai institusi, lembaga, atau perusahaan yang kaku. Selain menghindari persona yang kurang tepat, blog yang personal dapat juga membuat bisnis kamu lebih relatable bagi banyak orang.

Untuk membuat hubungan yang dekat dengan konsumen/calon konsumen, kamu dapat bereksperimen membuat berbagai macam konten. Beberapa yang paling umum dipakai adalah liputan acara, fun survey, question answer, checklist, kuis kepribadian dan masih banyak lagi.

Investasi Jangka Panjang

Membuat blog untuk bisnis tidak akan dengan seketika membuat bisnis kamu melejit. Untuk memperoleh efeknya, paling tidak kamu harus menunggu sampai enam bulan setelah sebuah konten dirilis. Itu mengapa, membuat blog sebetulnya investasi jangka panjang bagi marketing dan reputasi sebuah brand.

Hal ini seringkali membuat pemilik bisnis sudah menyerah sebelum memulainya. Padahal, seperti telah dibahas sebelumnya, jika blog untuk bisnis membuka banyak jalan agar sebuah brand maju dan berkembang. Oleh karena itu, khusus untuk kasus ini, coba alihkan mindset result oriented (orientasi ke hasil) ke progress oriented (orientasi ke proses). Daripada memikirkan statistik dan angka-angka di akhir kuartal, coba anggap blog untuk bisnis sebagai tabungan bisnis kamu.

Bayangkan, kamu membangun reputasi dari setiap konten, komentar, dan lead dari blog. Setiap konten dan respon yang ada akan dapat membantu brand kamu lebih dikenal dan dipercaya. Selain itu, kamu dapat menjadikan konten blog sebagai pokok utama dan sumber untuk konten-konten di channel yang berbeda.

Kamu dapat mengambil sebagian statistik atau testimoni, untuk diunggah di instagram. Bisa juga kamu mengirimkan artikel-artikel terbaik di blog, lewat email ke konsumen. Cara lain adalah merangkum artikel blog dalam beberapa tweet di twitter. Apabila dengan mindset seperti ini, upaya content marketing kamu akan jauh lebih terstruktur, matang dan berorientasi jangka panjang

Lalu, Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah kamu tau pentingnya sebuah blog untuk bisnis. Lalu, apa yang perlu dilakukan selanjutnya?

Untuk membuat sebuah blog, kamu memerlukan domain dan hosting agar blog untuk bisnis kamu lebih terpercaya. Kedua hal ini akan membantu blog untuk bisnis yang telah dibuat mudah di temukan di Google. Jangan gunakan blog gratisan karena menimbulkan kesan tidak profesional.
Setelah kamu membeli domain dan hosting, kamu dapat mencari tau cara membuat blog dengan mudah dan melakukan optimasi SEO agar blog kamu dapat berada di rangking teratas hasil pencarian Google.
Apabila kamu mengalami kesulitan untuk membuat blog, website atau optimasi SEO, kamu dapat menghubungi Sons-IT melalui link ini

Mudah bukan? Jangan berhenti hanya dengan membaca artikel ini. Pastikan kamu menjadi salah satu orang yang dapat merasakan sendiri manfaat blog untuk bisnis. Semoga sukses!

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 2786

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts